Cara untuk melatih nafas panjang

Stamina seseorang dalam berlari menurut cukup memiliki perbedaan yang signifikan. Hal ini sudah tentu yang paling mudah dilihat ketika berlari. Dalam berlari,kekuatan serta tempo pernafasan harus ini latih dengan baik agar memiliki nafas yang kuat dan kandungan oksigen yang banyak di dalam jantung,dan juga peredaran darah yang lancar. Ketika berlari,stamina akan turun lama kelamaan,hal ini yang membuat daya kerja jantung makin naik dan lama kelamaan lemas.

 berikut tipsnya…
 Pertama, kamu cukup berlari saja. Mau berlari kecil alias jogging atau berlari cepat itu terserah mu.
 Kedua, targetkan untuk setiap kali lu melakukan latihan ini. Misalnya pada latihan pertama lu berlari selama 30 menit dan nonstop, kemudian pada latihan kedua tingkatkan menjadi 45 menit, latihan ketiga 1 jam, dst.
 Jika lu rasa berlari saja sudah terasa tidak berat, masukkan menu sprint dalam menu latihan ini. Misalnya setiap 15 menit kamu sprint selama 5 menit atau beberapa menit itu terserah lu. Dan nantinya level dari sprint dinaikkan menjadi lebih berat.
Latihan ini cukup sederhana dalam melatih stamina. Coba aja minimal 2 kali sehari :) setiap Sabtu atau Minggu dan di pagi hari agar oksigen yang didapat lebih segar.
 Uia hampir lupa, usahakan ketika melakukan latihan ini pola bernafasnya dari hidung ya. Kenapa? Karena pola nafas yang salah kan mengakibatkan terbentuknyaLactic acid di kaki.

Berikut cara nafas yang di anjurkan:
  • Sewaktu mulai latihan ini sampai sebisanya, nafas panjang masuk dari hidung keluar dari hidung.
  • Setelah itu sebisanya, nafas normal masuk dari hidung keluar dari hidung
  • Setelah itu sebisanya, nafas pendek masuk dari hidung keluar dari hidung
  • Dan ketika sudah terasa sangat berat masuk hidung, keluar mulut JANGAN PERNAH bernafas masuk dari mulut keluar juga dari mulut [hyperventilation] karena bisa menyebabkan pusing bahkan pingsan.Jika ketika berlari perut terasa sakit, lanjutkan saja karena nanti akan hilang dengan sendirinya.Jika terasa sudah tak sanggup bernafas, berhenti jangan sampai kehabisan nafas.Jika kaki terasa sakit kurangi tempo.Dan jangan melupakan istirahat serta asupan nustrisi untuk tubuh.
Na ini  juga ada cara lainnya terserah kamu mau pilih yang mana. Atau mau di kolaborasiin keduanya juga lebih bagus…
Ketika kita berlari maka seluruh otot-otot dalam tubuh membutuhkan asupan oksigen yang lebih banyak dari biasanya. Begitupun dengan kinerja paru-paru yang lebih kencang dan membutuhkan oksigen yang lebih banyak pula. Karena itulah kenapakita mudah lelah disaat berlari.
Kemampuan mengatur ritme atau pola pernafasan efisien saat berlari akanmembuat aktifitas lari yang lebih efektif dan maksimal. Asupan oksigen dalam tubuh bisa teratur dan mengurangi rasa cepat letih dan capek. Berikut adalah beberapatips agar kuat berlari dilansir dari Lifemojo. 

1. Bernafas dari Mulut

Bernafas menggunakan mulut adalah salah satu cara yang benar yang dilakukan ketika berlari. Asupan oksigen melalui mulut akan lebih banyak begitu pun dengan karbondioksida yang keluar. Selain itu kondisi wajah dan rahang juga akan terasa santai. Berbeda ketika kita bernafas melalui hidung, maka wajah akan mengencang dan rahang cenderung mengeras selain itu akan mudah capek dan ngos-ngosan tentunya karena kurangnya asupan oksigen dalam tubuh.
2. Menggunakan pernapasan perut bukan dada
Anda harus bisa membedakan mana itu pernapasan perut atau diafragma ddan mana itu pernapasan dada. Jika masih belum paham cobalah anda terlentang kemudian silahkan hembuskan nafas beberapa kali. Perhatikanlah keadaan dada dan perut, jika dada naik turun maka itulah yang dinamakan dengan pernafasan dada dan jika cuma perut yang mengembang maka itulah pernapasan perut atau diafragma. Bernapas melalui perut akan membuat nafas anda lebih panjang dan membuat aktivitas lari anda efektif.

3. Mengambil nafas pendek tidak panjang

Mengatur ritme nafas yang pendek-pendek juga akan membuat lari lebih lama. Ketika nafas panjang biasanya nafas mudah sekali ngos-ngosan sehingga jarak laripun tidak mampu berlari cukup jauh.
4. Nafas yang berirama
Salah satu strategi yang sering digunakan oleh para atlet lari adalah salah satunya dengan mengatur ritme nafas yang konsisten. Misalnya ada dua orang pelari, pelari yang satu mengambil nafas ketika 2 kali melangkah sedangkan pelari kedua bernafas ketika 3 kali melangkah. Ini disesuaikan dengan kondisi tubuh.
5. Dengarkan nafas anda
Komunikasikan nafas anda, ketika bernafas dengarkan secara saksama menggunakan telinga anda. Ketika nafas mulai terengah-engah kurangi kecepatan lari, dan apabila kembali stabil tingkatkan secara bertahap.
Kemampuan mengatur ritme atau tempo berlari memang tidaklah mudah, dibutuhkan sebuah latihan yang serius agar berlari bisa fokus hingga ahirnya sudah terbiasa dengan berlari dan tidak mudah ngos-nosan.
Semoga tips di atas dapat bermanfaat bagi kita semua Amiiin…